Mataku memandang keluar jendela. Menerawang keatas langit, berharap menemukan sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak yakin, apa yang kucari. Mataku terus menerawang hingga suara wanita terdengar ke pendengaranku.
“Apakah kau sudah selesai dengan kue tiramisu ini?” katanya sambil menunjuk kue tiramisu yang ada diatas meja.
“Aku sudah selesai, terimakasih.” ucapku sambil tersenyum dan berdiri.
Kulangkahkan kaki ke pintu keluar. Aku mendongakkan kepalaku, melihat langit yang sudah mulai menggelap. Kutundukkan kepalaku, dan saat itu juga aku mulai merasakan rintik-rintik hujan mengenai kepalaku. Dengan gerakan cepat aku membuka payung yang sudah kupegang di tangan kananku. Setelah membuka payungnya, aku mulai berjalan kerumah. Jarak dari café ini kerumahku memang cukup dekat. Setelah berjalan 5 menit, aku berhasil sampai didepan gerbang rumahku.
Tas yang ada di pundak kutaruh di atas kursi, dan aku pun langsung berjalan menuju kamar. Kamar bernuansa coklat putih membawa ketenangan bagiku. Aku pun berganti baju dan merebahkan tubuh diatas kasur berwarna putih tulang. Tidak lama setelah berbaring, aku langsung jatuh tertidur.
Aku terbangun karena cahaya yang menganggu tidurku. Cahaya mentari itu masuk melalui celah-celah tirai kamarku. Aku langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai, aku duduk di ruang keluarga, dan pada saat itu juga kesunyian menyergapku. Kupandang sekitarku dan tidak menemukan hal yang biasanya membuat rumah ini ramai. Hal ini membuatku bertanya-tanya, dan beberapa saat kemudian aku baru menyadari penyebab kesunyian ini.
Mataku memejam, mencoba menikmati suasana sunyi ini. Suasana yang dahulu sangat kubenci, namun sekarang sangat kusukai. Setelah terdiam beberapa saat, aku kembali bangkit dan bersiap untuk pergi kuliah. Kuliahku dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 11 siang. Setelah kuliahku selesai, dengan segera aku kembali pergi ke café tempat yang sering kudatangi akhir-akhir ini. Kupesan kue tiramisu dengan coklat panas untuk menemani kunjunganku di café ini. Kupilih tempat duduk yang berada dekat dengan jendela. Aku menyukai pemandangan ini. Melihat orang berjalan kesana-kemari melakukan kegiatannya. Melihat mobil yang berhenti dan melaju sesuai dengan rambu. Langit yang berwarna biru cerah yang mengundang manusia untuk menikmatinya.
Seperti biasa, kue tiramisu yang kupesan selalu tidak habis. Aku langsung pergi meninggalkan café dan berjalan kerumah. Kembali kutemukan keadaan yang sama seperti pagi hari. Aku tidak terlalu memperdulikan kesunyian ini dan berjalan menuju taman belakang. Taman belakang yang dipenuhi banyak bunga dan memori. Kupejamkan mataku saat duduk di ayunan, mengingat memori yang membuatku menitikkan air mata. Kilasan diriku yang kecil berlari kesana-kemari sembari tertawa, mencoba megejar bunda yang sedang berlari didepanku. Dari belakang, tiba-tiba saja ada tangan yang memelukku dan mengangkatku ke udara. Aku tersenyum dengan lebar. Kubuka lagi mataku dan menghapus air mataku. Mataku kembali menerawang ke langit biru yang indah dengan banyak awan yang menghiasinya. Aku mengucapkan permohonanku dan berjalan masuk ke kamar di dalam rumah. Kurebahkan badanku dan menutup mataku, mencoba jatuh kedalam alam mimpi.
-Laika
-Laika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar